Sebanyak 10 ribu paket beras didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia dalam rangka perayaan Natal. Aksi berbagi ini dilakukan oleh Generasi Muda Pembaharu Indonesia (GEMPAR) sebagai bentuk kepedulian sosial di tengah meningkatnya harga beras dan situasi kebencanaan yang melanda sejumlah wilayah.
Ketua Umum GEMPAR Indonesia, Yohanes Sirait, mengatakan bahwa Natal dimaknai bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat solidaritas nasional dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Di tengah kondisi bangsa yang sedang menghadapi bencana di berbagai daerah serta kenaikan harga beras yang cukup signifikan, GEMPAR memilih merayakan Natal secara sederhana, namun nyata dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ujar Yohanes dalam keterangan tertulis, Minggu, 11 Januari 2026.
Wujud Kehadiran di Tengah Rakyat
Menurut Yohanes, pembagian 10 ribu paket beras tersebut merupakan wujud keberpihakan organisasi kepada kelompok masyarakat kecil yang terdampak langsung oleh tekanan ekonomi. Bantuan pangan dinilai menjadi kebutuhan paling mendesak, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah.
“Pembagian 10.000 paket beras ini adalah bentuk kepedulian dan keberpihakan GEMPAR kepada rakyat kecil,” tegasnya.
Distribusi dilakukan secara bertahap dan menyasar berbagai daerah, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. GEMPAR menegaskan bahwa aksi ini juga menjadi sarana mempererat hubungan organisasi dengan masyarakat lintas latar belakang, sejalan dengan semangat Natal yang menekankan kasih dan solidaritas.
Fokus Wilayah Terdampak Bencana
Selain pembagian beras secara nasional, GEMPAR memberikan perhatian khusus kepada wilayah-wilayah yang terdampak bencana alam. Beberapa daerah prioritas antara lain Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di Sumatera Barat, bantuan difokuskan ke Kepulauan Mentawai, khususnya Pulau Siberut. Wilayah ini dinilai masih membutuhkan perhatian serius karena relatif minim tersentuh bantuan, meskipun dampak bencana terhadap masyarakat cukup signifikan.
Sekretaris Jenderal DPP GEMPAR Indonesia, Petrus Sihombing, menyampaikan bahwa organisasi tidak hanya menyalurkan bantuan dari pusat, tetapi juga memastikan kehadiran langsung di lapangan.
“Kami memastikan kader GEMPAR hadir langsung di lokasi bencana, melihat kondisi masyarakat, dan menyalurkan bantuan secara tepat sasaran. Di Mentawai, khususnya Siberut, masih banyak warga terdampak yang membutuhkan uluran tangan,” jelas Petrus.
Sinergi Kemanusiaan Lintas Wilayah
Petrus menambahkan, perhatian terhadap Mentawai juga menjadi wujud tanggung jawab moral organisasi dalam membangun sinergi kemanusiaan lintas wilayah. Ia menyebutkan bahwa kepedulian tersebut sejalan dengan semangat kaderisasi GEMPAR yang mendorong pemimpin daerah untuk aktif dalam aksi sosial dan kemanusiaan.
Menurutnya, kehadiran langsung relawan di lapangan penting agar bantuan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Selain beras, kader GEMPAR juga melakukan pemetaan kebutuhan warga terdampak untuk memastikan tindak lanjut bantuan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Natal sebagai Momentum Solidaritas Nasional
GEMPAR menilai perayaan Natal tahun ini menjadi pengingat pentingnya kebersamaan di tengah tantangan nasional. Bencana alam yang terjadi di berbagai daerah, ditambah tekanan ekonomi akibat kenaikan harga pangan, menuntut partisipasi semua pihak untuk saling membantu.
Dengan pendekatan sederhana namun konkret, GEMPAR berharap distribusi bantuan pangan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat nilai persatuan. Organisasi tersebut juga mengajak elemen masyarakat lain untuk menjadikan momen keagamaan sebagai ruang kolaborasi sosial.
Aksi pembagian 10 ribu paket beras ini diharapkan tidak hanya memberi dampak jangka pendek, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang berkelanjutan di tengah masyarakat Indonesia.
Baca Juga : Protes Anti-ICE Meluas di AS usai Penembakan Minneapolis
Cek Juga Artikel Dari Platform : festajunina


More Stories
Berkas Roy Suryo Cs Dikembalikan, KUHAP Disorot Kuasa Hukum
MU Cetak Tiga Kemenangan Beruntun di Era Carrick
1.800 Warga Tiongkok Ditahan dalam Operasi Online Scam