February 4, 2026

seputardigital

update terbaru informasi teknologi seluruh dunia

11 Siswa SDN 2 Jatibarat Jepara Diduga Keracunan Jajanan Mi Keliling

Sebanyak 11 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Jatibarat, Desa Pulodarat, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi jajanan mi keliling pada Kamis pagi. Insiden ini memicu kepanikan di lingkungan sekolah setelah para siswa menunjukkan gejala serupa dalam rentang waktu yang berdekatan.

Peristiwa tersebut terjadi pada jam sekolah, sekitar pukul 08.00 hingga 09.30 WIB. Sejumlah siswa mengeluhkan diare dan muntah-muntah, bahkan muntahan yang keluar masih berbentuk mi dengan warna kemerahan. Kondisi ini membuat pihak sekolah segera mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama fasilitas kesehatan setempat.


Kronologi Kejadian di Lingkungan Sekolah

Menurut keterangan guru SDN 2 Jatibarat, Zuliyati, kejadian ini merupakan yang pertama kali terjadi di sekolah tersebut. Awalnya, hanya satu hingga dua siswa yang mengeluhkan ingin buang air besar saat pelajaran akan dimulai. Karena rumah siswa tersebut berada di depan sekolah, ia sempat pulang untuk ke toilet.

Tak lama kemudian, situasi berkembang. Keluarga siswa datang ke sekolah dan melaporkan bahwa anaknya mengalami muntah-muntah. Setelah itu, satu per satu siswa lain mulai menunjukkan gejala yang sama.

“Awalnya hanya dua anak, kemudian berlanjut yang lain ikut nyusul. Muntahnya masih bentuk mi semua dan warnanya agak merah, seperti pewarna,” ujar Zuliyati.

Pihak sekolah langsung menghentikan aktivitas belajar sementara dan memprioritaskan penanganan kesehatan para siswa.


Sebaran Siswa yang Mengalami Gejala

Dari total 11 siswa yang diduga keracunan, mereka berasal dari berbagai jenjang kelas, yakni:

  • 2 siswa kelas 1
  • 1 siswa kelas 2
  • 4 siswa kelas 3
  • 3 siswa kelas 4
  • 1 siswa kelas 5

Sebaran lintas kelas ini memperkuat dugaan bahwa sumber keracunan berasal dari jajanan yang sama dan dikonsumsi oleh banyak siswa dalam waktu berdekatan.


Penanganan Medis oleh Puskesmas

Para siswa awalnya dibawa ke Poliklinik Kesehatan Desa (PKD). Namun, seiring bertambahnya jumlah siswa yang mengalami gejala serupa, pihak sekolah memutuskan untuk membawa mereka ke Puskesmas Pecangaan agar mendapatkan penanganan lebih komprehensif.

Dokter IGD Puskesmas Pecangaan, dr. Eva Nuruliyana, mengonfirmasi bahwa seluruh siswa telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.

“Sebanyak 11 siswa kami tangani. Satu siswa harus menjalani rawat inap untuk observasi dan perawatan intensif, sementara 10 siswa lainnya diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan,” jelas dr. Eva.

Ia menambahkan bahwa kondisi umum para siswa relatif stabil setelah mendapatkan penanganan awal berupa cairan dan obat-obatan untuk meredakan gejala.


Dugaan Penyebab: Jajanan Mi Keliling

Meski belum ada hasil uji laboratorium, dugaan sementara mengarah pada jajanan mi keliling yang dikonsumsi siswa sebelum munculnya gejala. Mi tersebut diduga mengandung bahan yang tidak layak konsumsi atau terkontaminasi.

Warna kemerahan pada muntahan siswa juga menimbulkan dugaan adanya pewarna makanan berlebih atau bahan tambahan pangan yang tidak sesuai standar keamanan.

Pihak puskesmas menyebutkan bahwa sampel makanan dan keterangan lanjutan masih diperlukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini. Pemeriksaan lebih lanjut akan menentukan apakah terdapat unsur keracunan bahan kimia, bakteri, atau faktor lain.


Respons Sekolah dan Langkah Pencegahan

Pihak SDN 2 Jatibarat menyatakan akan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas jajanan di sekitar sekolah. Guru-guru juga mengimbau siswa untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan, khususnya jajanan yang dijual keliling tanpa pengawasan ketat.

Sekolah berencana berkoordinasi dengan komite sekolah dan orang tua murid untuk:

  • Memberikan edukasi tentang jajanan sehat
  • Membatasi akses pedagang keliling di jam sekolah
  • Mendorong siswa membawa bekal dari rumah

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.


Peran Orang Tua dan Lingkungan

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya peran orang tua dan lingkungan sekitar sekolah dalam menjaga keamanan pangan anak. Jajanan sekolah yang tampak menarik belum tentu aman dikonsumsi, terlebih jika proses pengolahan dan kebersihannya tidak terjamin.

Pihak kesehatan juga mengimbau agar orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti:

  • Muntah berulang
  • Diare terus-menerus
  • Nyeri perut hebat
  • Lemas atau pusing

Penanganan cepat menjadi kunci untuk mencegah kondisi memburuk.


Menunggu Hasil Pemeriksaan Lanjutan

Hingga saat ini, kasus dugaan keracunan di SDN 2 Jatibarat masih dalam tahap pemantauan. Puskesmas Pecangaan bersama pihak terkait akan melakukan evaluasi lanjutan guna memastikan sumber masalah dan mencegah kejadian serupa.

Meski sebagian besar siswa sudah diperbolehkan pulang, pihak sekolah dan tenaga medis tetap siaga memantau perkembangan kondisi mereka. Kejadian ini diharapkan menjadi pembelajaran bersama tentang pentingnya pengawasan jajanan sekolah demi keselamatan dan kesehatan anak-anak.

Baca Juga : Bekerja Tenang di Kebun Kopi Lereng Gunung

Cek Juga Artikel Dari Platform : dapurkuliner