February 4, 2026

seputardigital

update terbaru informasi teknologi seluruh dunia

9 Negara dengan PPh 0 Persen bagi Digital Nomad

Gaya hidup digital nomad kini bukan lagi tren sesaat, melainkan pilihan hidup yang realistis bagi banyak pekerja global. Didukung internet cepat, teknologi kolaborasi, serta budaya kerja jarak jauh, semakin banyak profesional memilih bekerja sambil berpindah negara. Namun, satu pertanyaan krusial selalu muncul: bagaimana dengan pajak penghasilan?

Kabar baiknya, ada sejumlah negara yang tidak memungut pajak penghasilan (PPh) atas penghasilan luar negeri, bahkan secara eksplisit menawarkan visa digital nomad dengan skema pajak nol persen. Artinya, selama penghasilan Anda berasal dari luar negara tersebut, Anda bisa tinggal dan bekerja tanpa beban PPh lokal. Berikut 9 negara dengan PPh 0 persen bagi digital nomad yang patut dipertimbangkan.


1. Cape Verde

Cape Verde (Cabo Verde) adalah kepulauan Afrika Barat yang makin populer di kalangan digital nomad. Negara ini menawarkan Remote Working Program dengan proses aplikasi online yang relatif cepat.

Digital nomad tidak dikenakan pajak atas penghasilan luar negeri selama masa visa (6 bulan). Biaya hidup terjangkau, pantai indah, cuaca stabil, serta internet yang memadai menjadikannya destinasi ideal bagi pekerja jarak jauh yang ingin suasana santai.


2. Kosta Rika

Kosta Rika menghadirkan visa Digital Nomad Stay Permit yang memperpanjang masa tinggal hingga satu tahun dan dapat diperpanjang.

Penghasilan dari luar negeri bebas pajak lokal, sehingga digital nomad bisa menikmati gaya hidup “pura vida” tanpa ribet pajak. Negara ini juga terkenal aman, ramah ekspatriat, dan memiliki ekosistem coworking yang berkembang pesat.


3. Georgia

Georgia adalah salah satu negara paling ramah digital nomad di Eropa Timur. Dengan visa yang mudah dan kebijakan pajak yang longgar, Georgia tidak mengenakan pajak atas penghasilan luar negeri bagi non-residen.

Biaya hidup murah, kuliner khas, serta kota seperti Tbilisi yang penuh kafe dan coworking space membuat Georgia jadi favorit freelancer global.


4. Panama

Panama menganut sistem territorial tax, artinya hanya penghasilan yang dihasilkan di dalam negeri yang dikenai pajak.

Bagi digital nomad yang berpenghasilan dari klien luar negeri, PPh efektifnya nol persen. Panama juga unggul dalam stabilitas ekonomi, penggunaan dolar AS, dan infrastruktur digital yang baik.


5. Portugal (Madeira)

Melalui Digital Nomad Visa Madeira, Portugal memberikan insentif pajak menarik. Untuk periode tertentu, penghasilan luar negeri bisa bebas pajak lokal, terutama bagi non-residen pajak.

Madeira dikenal sebagai “surga digital nomad” Eropa dengan pemandangan alam luar biasa, koneksi internet cepat, dan komunitas remote worker internasional yang solid.


6. Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab, khususnya Dubai, menawarkan Virtual Working Program dengan keunggulan utama: tidak ada pajak penghasilan pribadi sama sekali.

Digital nomad bisa tinggal dan bekerja tanpa PPh, menikmati infrastruktur kelas dunia, internet super cepat, serta ekosistem bisnis global yang kuat.


7. Malta

Malta menyediakan Nomad Residence Permit yang memungkinkan pekerja jarak jauh tinggal hingga satu tahun.

Penghasilan dari luar Malta tidak dikenai pajak lokal, selama tidak diremit ke rekening domestik. Kombinasi sejarah, gaya hidup Mediterania, dan iklim bisnis ramah ekspatriat membuat Malta menarik bagi profesional digital.


8. Thailand

Thailand tetap menjadi magnet digital nomad Asia. Melalui skema visa tertentu dan interpretasi pajak non-residen, penghasilan luar negeri yang tidak dibawa masuk ke Thailand tidak dikenai pajak.

Biaya hidup rendah, kuliner legendaris, serta komunitas remote worker besar di Chiang Mai dan Bangkok menjadikan Thailand pilihan klasik yang tak lekang waktu.


9. Uruguay

Uruguay menganut sistem pajak teritorial. Penghasilan dari luar negeri bebas pajak lokal untuk non-residen.

Negara ini dikenal stabil secara politik, aman, dan memiliki kualitas hidup tinggi di Amerika Selatan. Montevideo menawarkan perpaduan kota modern dan gaya hidup santai yang cocok untuk kerja jarak jauh.


Catatan Penting Sebelum Memilih Negara

Meski negara-negara di atas menawarkan PPh 0 persen, digital nomad tetap perlu memperhatikan beberapa hal:

  • Status residensi pajak di negara asal
  • Durasi tinggal dan syarat visa
  • Perjanjian pajak internasional
  • Kewajiban pelaporan pajak global (terutama bagi warga negara tertentu)

Konsultasi dengan konsultan pajak internasional sangat disarankan sebelum memutuskan pindah negara.


Kesimpulan

Menjadi digital nomad kini semakin realistis berkat negara-negara yang menawarkan PPh 0 persen atau bebas pajak penghasilan luar negeri. Dari pantai Afrika hingga kota futuristik Timur Tengah, pilihan terbuka lebar bagi pekerja remote yang ingin hidup fleksibel tanpa beban pajak berlebih.

Dengan perencanaan yang tepat, gaya hidup kerja dari mana saja bukan hanya mimpi—melainkan strategi cerdas untuk hidup dan bekerja secara global.

Baca Juga : Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp44,55 Triliun hingga November 2025

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : zonamusiktop