February 4, 2026

seputardigital

update terbaru informasi teknologi seluruh dunia

Pemkab Pidie Jaya Salurkan 186 Ton Beras untuk Korban Banjir

seputardigital.web.id Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya kembali menegaskan komitmennya dalam melindungi masyarakat yang terdampak bencana banjir. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah penyaluran beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tahap III dengan total mencapai 186 ton. Bantuan ini menjadi bagian dari strategi pemulihan pascabencana sekaligus upaya menjaga ketahanan pangan warga di wilayah terdampak.

Penyaluran beras CPP tersebut dilaksanakan melalui gudang Perum Bulog Cabang Sigli yang menjadi titik distribusi utama. Dari lokasi ini, bantuan pangan kemudian disalurkan ke berbagai kecamatan yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Pemerintah daerah memastikan bahwa proses distribusi dilakukan secara tertib dan terkoordinasi agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.


Komitmen Pemerintah Daerah Pascabencana

Penyaluran beras CPP tahap III dipimpin langsung oleh Bupati Sibral Malasyi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran pimpinan daerah secara langsung dalam kegiatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan penanganan dampak bencana berjalan optimal.

Menurut Bupati, bencana banjir tidak hanya merusak infrastruktur dan permukiman, tetapi juga berdampak besar pada ketahanan pangan dan kondisi ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, intervensi pemerintah melalui bantuan pangan menjadi langkah awal yang krusial untuk menstabilkan kehidupan warga pascabencana.


Beras CPP sebagai Jaring Pengaman Sosial

Cadangan Pangan Pemerintah memiliki peran penting sebagai jaring pengaman sosial, terutama saat terjadi kondisi darurat seperti bencana alam. Beras CPP disiapkan negara untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat yang kehilangan akses akibat gangguan alam atau krisis lainnya.

Dalam konteks Pidie Jaya, bantuan beras ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir selama masa pemulihan. Dengan terpenuhinya kebutuhan pangan, masyarakat diharapkan dapat lebih fokus memperbaiki kondisi rumah, lingkungan, serta kembali menjalankan aktivitas ekonomi secara bertahap.


Distribusi Tepat Sasaran Jadi Prioritas

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menegaskan bahwa penyaluran bantuan tidak hanya berfokus pada jumlah, tetapi juga ketepatan sasaran. Aparat pemerintah di tingkat kecamatan dan gampong dilibatkan untuk mendata warga penerima manfaat agar bantuan diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.

Pengawasan distribusi dilakukan secara berlapis untuk mencegah potensi penyimpangan. Pemerintah daerah bekerja sama dengan Bulog dan unsur Forkopimda untuk memastikan setiap tahap penyaluran berjalan transparan dan akuntabel.


Sinergi Lintas Sektor dalam Penanggulangan Bencana

Penyaluran 186 ton beras CPP ini merupakan hasil sinergi lintas sektor antara Pemkab Pidie Jaya, Bulog, serta unsur Forkopimda. Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana penanganan bencana membutuhkan kerja sama berbagai pihak, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga lembaga logistik dan aparat keamanan.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan dan meminimalkan dampak lanjutan dari bencana. Dengan koordinasi yang baik, bantuan dapat disalurkan lebih cepat dan efektif ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.


Dampak Banjir terhadap Kehidupan Warga

Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Pidie Jaya menyebabkan gangguan serius pada kehidupan masyarakat. Selain kerusakan rumah dan fasilitas umum, banyak warga kehilangan sumber penghasilan sementara waktu. Kondisi ini membuat bantuan pangan menjadi kebutuhan mendesak.

Dengan adanya distribusi beras CPP, beban pengeluaran rumah tangga diharapkan dapat berkurang. Bantuan ini juga menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.


Harapan Pemulihan Ekonomi dan Sosial

Bupati Sibral Malasyi menyampaikan harapannya agar bantuan beras CPP tahap III dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi warga. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak akan berhenti pada penyaluran bantuan pangan saja, tetapi juga akan terus mengupayakan program pemulihan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat.

Langkah-langkah lanjutan seperti perbaikan infrastruktur, dukungan terhadap sektor pertanian, serta penguatan ekonomi lokal menjadi bagian dari agenda pemulihan jangka menengah dan panjang di Pidie Jaya.


Transparansi dan Akuntabilitas sebagai Kunci

Dalam setiap penyaluran bantuan, transparansi menjadi prinsip utama yang dipegang pemerintah daerah. Pemkab Pidie Jaya memastikan bahwa seluruh proses penyaluran beras CPP dapat dipertanggungjawabkan dan diawasi oleh berbagai pihak.

Keterbukaan informasi kepada masyarakat juga dianggap penting untuk menjaga kepercayaan publik. Dengan demikian, warga dapat mengetahui mekanisme bantuan dan merasa yakin bahwa pemerintah bekerja untuk kepentingan bersama.


Penutup: Wujud Kehadiran Negara di Tengah Bencana

Penyaluran 186 ton beras Cadangan Pangan Pemerintah tahap III menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana banjir. Melalui langkah ini, Pemkab Pidie Jaya berupaya memastikan bahwa kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi sembari menata kembali kehidupan pascabencana.

Dengan dukungan lintas sektor dan pengawasan yang ketat, bantuan pangan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat. Pemerintah daerah berharap warga terdampak banjir dapat segera bangkit, memulihkan kondisi sosial dan ekonomi, serta kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik dan berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform jelajahhijau.com