February 4, 2026

seputardigital

update terbaru informasi teknologi seluruh dunia

Cek Fakta Polisi Tilang Iring-Iringan Jenazah

Klaim yang Beredar di Media Sosial

Beredar di media sosial Facebook sebuah video dengan narasi emosional yang menuding aparat kepolisian menilang iring-iringan pengantar jenazah. Unggahan tersebut disertai teks bernada marah yang menyebut polisi tidak memiliki empati dan menghalangi prosesi pemakaman.

Narasi tersebut memicu kemarahan warganet karena menyentuh isu sensitif, yakni penghormatan terhadap orang yang telah meninggal. Video ini kemudian dibagikan berulang kali dan dipercaya sebagai peristiwa nyata oleh sebagian pengguna media sosial.

Hasil Penelusuran dan Pemeriksaan Konten

Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, klaim dalam video tersebut tidak memiliki dasar fakta yang kuat. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan Hive Moderation.

Hasil analisis menunjukkan bahwa konten video tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa artificial intelligence (AI). Artinya, visual dan/atau audio dalam video tersebut tidak merepresentasikan kejadian nyata di lapangan.


Tidak Didukung Sumber Kredibel

Selain pemeriksaan teknis, penelusuran juga dilakukan melalui mesin pencarian Google dengan kata kunci “polisi tilang iring-iringan pengantar jenazah”. Hasilnya, tidak ditemukan satu pun pemberitaan dari media arus utama atau sumber kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Dalam praktik jurnalistik, peristiwa yang melibatkan pelanggaran prosedur oleh aparat—terlebih yang berkaitan dengan prosesi pemakaman—umumnya mendapat sorotan luas. Ketiadaan laporan dari media tepercaya menjadi indikator kuat bahwa peristiwa tersebut tidak pernah terjadi.


Pola Hoaks Berbasis Emosi

Kasus ini menunjukkan pola hoaks yang umum terjadi di media sosial. Konten dibuat dengan narasi emosional yang kuat untuk memancing kemarahan dan simpati publik. Ketika emosi mendominasi, pengguna cenderung mengabaikan proses verifikasi.

Penggunaan teknologi AI semakin memperparah situasi. Video yang tampak realistis dapat dengan mudah menipu mata, padahal seluruh adegan dihasilkan secara sintetis tanpa kejadian nyata.


Pentingnya Waspada terhadap Konten AI

Perkembangan teknologi AI memungkinkan pembuatan video palsu dengan kualitas tinggi. Tanpa literasi digital yang memadai, masyarakat berisiko mempercayai dan menyebarkan informasi yang tidak benar.

Pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi AI, penelusuran sumber berita, serta pengecekan konteks peristiwa menjadi langkah penting sebelum mempercayai atau membagikan sebuah unggahan viral.


Kesimpulan Cek Fakta

  • Klaim: Polisi menilang iring-iringan pengantar jenazah.
  • Fakta: Video merupakan hasil rekayasa AI dengan probabilitas 99,9 persen dan tidak didukung sumber kredibel.
  • Kesimpulan: Klaim tidak benar / hoaks.

Penutup

Kasus hoaks ini kembali menegaskan bahwa tidak semua video yang viral di media sosial merepresentasikan kejadian nyata. Di era kecerdasan buatan, kemampuan memverifikasi informasi menjadi semakin penting.

Masyarakat diimbau untuk tetap kritis, tidak mudah terpancing emosi, dan selalu memeriksa kebenaran informasi melalui sumber tepercaya sebelum membagikannya. Dengan demikian, penyebaran hoaks yang menyesatkan dapat diminimalkan.

Baca Juga : Cek Fakta Voting PBB Bantu Korban Banjir Sumatra

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : footballinfo