February 4, 2026

seputardigital

update terbaru informasi teknologi seluruh dunia

Kebakaran Tambora, 64 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Duri Bangkit, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, pada Minggu pagi, 11 Januari 2026. Peristiwa ini menyebabkan puluhan warga kehilangan tempat tinggal setelah api melalap belasan rumah dan satu bangunan usaha konveksi.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 64 jiwa dari 14 kepala keluarga (KK) terdampak langsung dalam insiden tersebut. Api dengan cepat merambat di lingkungan padat bangunan, membuat sebagian besar harta benda warga tidak sempat diselamatkan.

Api Berkobar Sejak Dini Hari

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Suheri, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 04.19 WIB. Petugas langsung bergerak cepat mengerahkan armada pemadam ke lokasi kejadian.

“Jumlah rumah terbakar 14 unit dan satu usaha konveksi. Jumlah terdampak 14 KK dengan total 64 jiwa,” ujar Suheri, dikutip dari Antara, Minggu (11/1/2026).

Sebanyak 21 unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan 105 personel dikerahkan untuk mengendalikan api. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena kondisi wilayah yang sempit serta rapatnya bangunan antar rumah.

“Operasi pemadaman berlangsung hampir lima jam dan dinyatakan selesai sekitar pukul 09.04 WIB,” tambah Suheri.

Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Capai Rp1,7 Miliar

Meski api menghanguskan banyak bangunan, petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Warga berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar, meski harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengungkapkan bahwa kerugian materi akibat kebakaran ini tergolong besar.

“Total kerugian ditaksir mencapai Rp1,7 miliar,” kata Isnawa.

Ia menambahkan, sebagian besar aset warga dan bangunan usaha tidak dapat diselamatkan karena cepatnya perambatan api di kawasan tersebut.

Warga Mengungsi Sementara

Pasca kebakaran, warga terdampak terpaksa mengungsi ke lokasi penampungan sementara yang telah disiapkan oleh pemerintah setempat dan relawan. BPBD bersama instansi terkait tengah melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan kebutuhan dasar para korban, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal sementara, dapat terpenuhi.

Pihak berwenang juga masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, namun penyelidikan resmi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari aparat terkait.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat Jakarta, terutama pada jam-jam rawan dini hari. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik dan potensi sumber api guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Baca Juga : PLN EPI Gandeng BBSP KEBTKE Perkuat Bioenergi Nasional

Cek Juga Artikel Dari Platform : georgegordonfirstnation