February 4, 2026

seputardigital

update terbaru informasi teknologi seluruh dunia

Jakarta–Bekasi Dikepung Banjir, Pemotor Masuk Tol

Banjir besar kembali mengepung wilayah Jakarta dan Bekasi pada Senin, 12 Januari 2026. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak dini hari menyebabkan puluhan ruas jalan tergenang air, memicu kemacetan parah dan melumpuhkan aktivitas lalu lintas di kawasan metropolitan Jabodetabek.

Hingga Senin malam, tercatat sedikitnya 30 ruas jalan di Jakarta mengalami gangguan serius akibat genangan yang belum sepenuhnya surut. Kondisi tersebut berdampak langsung pada mobilitas warga, terutama pada jam pulang kerja, ketika volume kendaraan meningkat tajam.

Jalur Grogol–Kalideres Jadi Titik Terparah

Salah satu titik banjir terparah terpantau di jalur utama dari arah Grogol menuju Kalideres, Jakarta Barat. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu koridor lalu lintas padat yang menghubungkan pusat kota dengan wilayah barat Jakarta.

Pada Senin malam, ketinggian air di jalur tersebut masih mencapai sekitar 20 sentimeter. Meski telah menyusut signifikan, genangan ini sebelumnya sempat mencapai hampir satu meter atau sekitar 100 sentimeter, membuat kendaraan kecil dan sepeda motor tidak dapat melintas sama sekali.

Akibatnya, arus lalu lintas sempat terhenti total selama beberapa jam. Banyak kendaraan terpaksa berputar arah atau berhenti di bahu jalan, menunggu kondisi air surut. Sejumlah pengendara juga memilih memarkir kendaraan mereka dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Upaya Darurat Penyedotan Air

Untuk mempercepat penanganan banjir dan membuka kembali akses jalan, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat mengerahkan 16 petugas ke lokasi terdampak. Petugas tersebut mengoperasikan sedikitnya 10 unit mesin pompa air guna menyedot genangan dari badan jalan ke saluran drainase terdekat.

Langkah ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan aliran air tidak kembali meluap. Petugas juga melakukan pembersihan sampah dan sedimen yang menyumbat saluran, karena penyumbatan kerap menjadi faktor utama lambatnya surutnya banjir di kawasan perkotaan.

Meski demikian, proses normalisasi lalu lintas tidak dapat berlangsung cepat. Volume air yang cukup besar, ditambah intensitas hujan yang masih turun di beberapa wilayah, membuat genangan bertahan lebih lama dari perkiraan.

Bekasi Lumpuh, Jalur Arteri Tak Bisa Dilalui

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Hujan deras yang mengguyur sejak Senin pagi membuat sejumlah jalan arteri utama terendam banjir hingga tidak dapat dilintasi kendaraan roda dua.

Di beberapa titik, genangan air mencapai lutut orang dewasa. Pengendara sepeda motor terpaksa berhenti dan menunggu, sementara kendaraan roda empat bergerak sangat lambat dengan risiko mogok di tengah genangan.

Penumpukan kendaraan terjadi di berbagai persimpangan utama Bekasi. Kemacetan panjang tidak terhindarkan, terutama di jalur yang biasa menjadi akses utama warga menuju Jakarta dan kawasan industri di sekitarnya.

Pemotor Dialihkan Masuk Jalan Tol

Menghadapi kondisi darurat tersebut, pihak kepolisian mengambil langkah tidak biasa namun krusial. Ratusan pengendara sepeda motor dialihkan untuk melintas melalui ruas jalan tol sebagai solusi sementara guna mengurai kemacetan dan mencegah risiko kecelakaan di jalan arteri yang terendam banjir.

Pengalihan dilakukan dari Gerbang Tol Tarumajaya Bekasi menuju Gerbang Tol Semper di Jakarta Utara. Langkah ini diambil karena jalur arteri dinilai sudah tidak memungkinkan untuk dilalui secara aman oleh kendaraan roda dua.

Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Cikampek, Komisaris Sandy Titah Nugraha, mengonfirmasi bahwa kebijakan tersebut bersifat situasional dan darurat. Menurutnya, keselamatan pengendara menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ini.

Pengawalan Ketat Aparat

Selama melintas di ruas tol, ratusan pemotor tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari jajaran Korlantas Polri dan Polres Metro Bekasi. Pengawalan dilakukan untuk memastikan ketertiban lalu lintas, mengingat jalan tol pada dasarnya tidak diperuntukkan bagi kendaraan roda dua.

Petugas mengatur kecepatan kendaraan, menjaga jarak aman antar pemotor, serta memastikan tidak terjadi interaksi berbahaya dengan kendaraan besar seperti truk dan bus. Langkah ini dinilai efektif mencegah kecelakaan selama proses pengalihan berlangsung.

Pengendara pun diminta mengikuti arahan petugas secara disiplin dan tidak mendahului rombongan. Pengalihan ini hanya berlangsung sementara hingga kondisi jalan arteri dinyatakan kembali aman untuk dilalui.

Dampak Luas pada Aktivitas Warga

Banjir yang melanda Jakarta dan Bekasi tidak hanya berdampak pada lalu lintas, tetapi juga aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Banyak pekerja terlambat pulang, distribusi barang terhambat, dan layanan transportasi umum mengalami penyesuaian rute.

Sejumlah warga mengaku kelelahan setelah terjebak kemacetan berjam-jam. Ada pula yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mencari jalur alternatif atau menggunakan moda transportasi lain.

Pemerintah daerah dan aparat terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang rentan terhadap risiko di tengah genangan air.

Antisipasi dan Imbauan

Banjir ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Aparat meminta masyarakat memantau informasi resmi terkait kondisi jalan dan cuaca sebelum bepergian, serta menghindari memaksakan diri melintas di jalur yang terendam.

Pengendara juga diimbau untuk mematuhi arahan petugas di lapangan. Rekayasa lalu lintas darurat, termasuk pengalihan pemotor ke jalan tol, dilakukan semata-mata demi keselamatan bersama.

Hingga Senin malam, upaya penyedotan air dan pengaturan lalu lintas masih terus dilakukan. Pemerintah dan kepolisian berharap kondisi segera membaik agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat.

Baca Juga : Kebakaran Tambora, 64 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Cek Juga Artikel Dari Platform : dapurkuliner