seputardigital.web.id Pemerintah Kota Langsa kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat, khususnya warga yang terdampak bencana hidrometeorologi. Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Pemko Langsa menyalurkan bantuan daging Meugang sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menjaga tradisi kearifan lokal Aceh.
Tradisi Meugang sudah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Momen ini biasanya dilakukan menjelang Ramadan sebagai simbol rasa syukur, kebersamaan, dan solidaritas antarwarga. Dalam situasi pasca bencana banjir yang melanda beberapa wilayah, program ini menjadi semakin bermakna karena hadir untuk meringankan beban masyarakat.
Pemko Langsa memastikan bahwa warga tetap dapat merasakan tradisi Meugang meskipun sedang menghadapi masa sulit.
Didukung Bantuan Presiden dan APBK Kota Langsa
Program pembagian daging Meugang ini mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah pusat melalui bantuan Presiden Republik Indonesia. Dana yang dialokasikan untuk Kota Langsa mencapai Rp600 juta melalui anggaran nasional.
Selain itu, Pemerintah Kota Langsa juga memperkuat program ini dengan dukungan tambahan dari APBK sebesar Rp429,5 juta. Dengan kolaborasi anggaran pusat dan daerah, total dana yang tersedia sepenuhnya digunakan untuk pengadaan sapi lokal.
Penggunaan sapi lokal menjadi perhatian penting karena memastikan kualitas daging tetap baik sekaligus membantu perekonomian peternak di daerah.
Walikota Tegaskan Program untuk Solidaritas Pasca Banjir
Walikota Langsa, Jeffry Sentana S Putra, menegaskan bahwa kebijakan ini dibuat agar masyarakat terdampak bencana tetap dapat menyambut Ramadan dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan.
Menurutnya, bantuan ini bukan hanya sekadar pembagian daging, tetapi juga simbol hadirnya pemerintah di tengah masyarakat. Tradisi Meugang diharapkan dapat memperkuat solidaritas sosial serta menghidupkan semangat gotong royong.
Dalam kondisi pasca banjir, masyarakat membutuhkan dukungan nyata, baik secara ekonomi maupun secara moral. Karena itu, program ini diharapkan memberi kebahagiaan bagi warga menjelang bulan suci.
71 Ekor Sapi untuk 66 Gampong di 5 Kecamatan
Dalam pelaksanaannya, Pemko Langsa menyiapkan sebanyak 71 ekor sapi untuk didistribusikan kepada masyarakat. Bantuan tersebut akan disalurkan ke 66 gampong yang tersebar di lima kecamatan dalam wilayah Kota Langsa.
Pembagian ini dilakukan dengan prinsip pemerataan dan proporsional. Setiap gampong pada dasarnya menerima satu ekor sapi agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Namun, terdapat penyesuaian tambahan bagi beberapa gampong dengan jumlah penduduk lebih besar. Gampong seperti PB Seulemak, PB Tunong, Jawa, Teungoh, dan Matang Seulimeng mendapatkan tambahan sesuai kebutuhan jumlah warganya.
Langkah ini diambil agar distribusi bantuan lebih adil dan sesuai kondisi lapangan.
Proses Seleksi Sapi dan Administrasi Dilakukan Ketat
Pemerintah Kota Langsa memastikan bahwa proses seleksi sapi dan pemenuhan administrasi dilakukan dengan baik sebelum distribusi berlangsung. Saat ini, proses pembelian sapi lokal dan pengecekan kelayakan sedang berjalan.
Walikota menyampaikan bahwa penyaluran akan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal distributor pelaksana. Pemerintah ingin memastikan bantuan sampai tepat waktu dan dalam kondisi terbaik.
Dengan mekanisme yang teratur, distribusi diharapkan berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga warga dapat menerima manfaat sebelum memasuki Ramadan.
Kriteria Penerima Diprioritaskan untuk Warga Rentan
Pemko Langsa juga menekankan bahwa bantuan ini harus tepat sasaran. Karena itu, penerima bantuan akan disesuaikan dengan kebijakan di masing-masing gampong.
Prioritas utama diberikan kepada:
- Kepala keluarga
- Fakir miskin dan dhuafa
- Warga terdampak bencana yang membutuhkan bantuan
Sementara itu, bantuan ini tidak diperuntukkan bagi perangkat gampong, ASN, TNI/Polri, maupun masyarakat yang sudah memiliki penghasilan tetap dan dianggap berkecukupan.
Kebijakan ini dibuat agar bantuan benar-benar dirasakan oleh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Tradisi Meugang sebagai Simbol Kebersamaan Menjelang Ramadan
Meugang bukan hanya tradisi kuliner, tetapi juga tradisi sosial yang mempererat hubungan antarwarga. Pembagian daging menjelang Ramadan menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan dalam menyambut bulan suci.
Dalam konteks Kota Langsa, program ini menjadi penguat nilai budaya Aceh sekaligus bentuk nyata dari solidaritas pasca bencana.
Pemerintah berharap masyarakat dapat merasakan kebahagiaan bersama, meskipun dalam kondisi yang tidak mudah.
Kesimpulan: Bantuan Meugang Jadi Wujud Pemerintah Hadir untuk Rakyat
Program pembagian daging Meugang oleh Pemko Langsa menjadi bukti hadirnya pemerintah di tengah masyarakat. Dengan dukungan anggaran dari pusat dan daerah, bantuan ini diharapkan meringankan beban warga terdampak banjir sekaligus menjaga tradisi Meugang sebagai kearifan lokal Aceh.
Distribusi sapi ke puluhan gampong, dengan prioritas bagi warga miskin dan dhuafa, menjadi langkah nyata untuk memperkuat solidaritas sosial menjelang Ramadan.
Pemko Langsa berharap program ini membawa keberkahan, mempererat silaturahmi, dan menghadirkan semangat gotong royong bagi seluruh masyarakat.

Cek Juga Artikel Dari Platform kalbarnews.web.id

More Stories
Rico Waas Silaturahmi Imlek ke Tokoh Thionghoa Sumut di Medan
Hati-hati Tren Edit Wajah Anak dengan AI, Risiko Dunia Maya
5 Laptop Intel Core i5 Murah Terbaik Februari 2026 untuk Pelajar