February 4, 2026

seputardigital

update terbaru informasi teknologi seluruh dunia

Prabowo Cairkan Bonus SEA Games 2025, Emas Rp1 Miliar per Atlet

Presiden Prabowo Subianto resmi mencairkan bonus bagi atlet Indonesia yang berprestasi di SEA Games ke-33. Dalam kebijakan yang disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia, atlet peraih medali emas menerima bonus Rp1 miliar per orang, sebuah bentuk apresiasi negara atas dedikasi dan pengorbanan para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa di tingkat Asia Tenggara.

Kebijakan ini tidak hanya menjadi kabar menggembirakan bagi para atlet, tetapi juga menandai komitmen kuat pemerintah dalam menempatkan olahraga sebagai bagian penting dari pembangunan nasional, baik dari sisi prestasi, kesejahteraan atlet, maupun pembinaan jangka panjang.


Total Anggaran Bonus Capai Rp465,25 Miliar

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengungkapkan bahwa total dana bonus yang digelontorkan pemerintah untuk atlet dan pelatih SEA Games 2025 mencapai Rp465,25 miliar. Dana tersebut telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima melalui Bank BRI.

“Kami dari Kementerian Pemuda dan Olahraga langsung mentransfer seluruh bonus kepada masing-masing atlet dan pelatih melalui Bank BRI. Total dananya Rp465.250.000.000, Pak. Ini angka yang luar biasa,” ujar Erick saat melapor kepada Presiden di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Januari 2026.

Penyaluran bonus secara langsung ini dilakukan untuk memastikan transparansi, kecepatan, serta menghindari potensi kendala administratif yang kerap terjadi di masa lalu.


Rincian Bonus Atlet SEA Games 2025

Kemenpora merinci besaran bonus yang diterima atlet berdasarkan capaian medali. Skema ini dirancang untuk tetap proporsional, namun memberikan penekanan khusus pada prestasi tertinggi.

  • Medali Emas (atlet tunggal): Rp1 miliar
  • Medali Perak (atlet tunggal): Rp315 juta
  • Medali Perunggu (atlet tunggal): Rp157 juta

Besaran ini juga disesuaikan untuk cabang olahraga beregu, dengan perhitungan kolektif yang tetap mengacu pada prinsip keadilan dan penghargaan atas kontribusi setiap atlet.

Erick Thohir menegaskan bahwa bonus Rp1 miliar untuk peraih emas merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia, melampaui skema penghargaan pada ajang-ajang multievent sebelumnya.


Pesan Presiden: Bonus Bukan Upah, tapi Tabungan Masa Depan

Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa bonus ini bukan sekadar hadiah finansial, melainkan bentuk penghormatan negara atas pengorbanan waktu, tenaga, dan masa muda para atlet. Ia juga berpesan agar bonus tersebut digunakan secara bijak untuk masa depan.

Dalam kesempatan sebelumnya, Prabowo menyampaikan bahwa negara tidak boleh hanya mengucapkan terima kasih secara simbolik, tetapi harus membuktikannya dengan tindakan nyata.

Ia menyebut bonus ini sebagai amanah, bukan sesuatu yang dihabiskan secara konsumtif, melainkan dimanfaatkan untuk pendidikan, keluarga, investasi, atau persiapan pascakarier atlet.


Literasi Keuangan Jadi Perhatian Kemenpora

Menyadari besarnya nilai bonus yang diterima atlet, Kemenpora tidak hanya fokus pada pencairan dana, tetapi juga memberikan literasi keuangan kepada para atlet. Langkah ini dilakukan agar atlet mampu mengelola bonus secara cerdas dan berkelanjutan.

“Bonus yang Bapak Presiden berikan, yang negara berikan, selalu Bapak pesankan kepada kami, ini adalah amanah untuk masa depan mereka,” tandas Erick Thohir.

Program literasi ini mencakup edukasi dasar pengelolaan keuangan, perencanaan investasi, hingga kesadaran akan pentingnya menyiapkan masa depan setelah tidak lagi aktif sebagai atlet.


Apresiasi untuk Pelatih dan Tim Pendukung

Selain atlet, pemerintah juga memberikan perhatian kepada pelatih dan tim pendukung yang berperan besar dalam kesuksesan SEA Games 2025. Bonus untuk pelatih disalurkan bersamaan dengan atlet, sebagai pengakuan bahwa prestasi olahraga adalah hasil kerja kolektif.

Pelatih dinilai memiliki peran strategis dalam pembinaan jangka panjang, termasuk menjaga mental, disiplin, dan konsistensi performa atlet di tengah tekanan kompetisi.


Penyerahan Simbolis di Istana Negara

Dalam acara penyerahan simbolis di Istana Negara, Presiden Prabowo tampak berbincang langsung dengan sejumlah atlet. Salah satunya adalah atlet triathlon Indonesia, Martina Ayu Pratiwi, yang menjadi salah satu peraih prestasi membanggakan di SEA Games Thailand.

Momen ini memperlihatkan pendekatan personal Presiden terhadap atlet, sekaligus menjadi simbol bahwa negara hadir tidak hanya sebagai pemberi penghargaan, tetapi juga sebagai mitra yang menghargai perjuangan individu.


Dampak Jangka Panjang bagi Dunia Olahraga Indonesia

Kebijakan bonus jumbo ini dipandang banyak pihak sebagai tonggak baru dalam sejarah olahraga Indonesia. Selain meningkatkan motivasi atlet, langkah ini juga diharapkan:

  1. Meningkatkan daya tarik olahraga sebagai profesi
  2. Mendorong regenerasi atlet muda
  3. Memperkuat sistem pembinaan nasional
  4. Menumbuhkan kepercayaan bahwa prestasi dihargai negara

Dengan apresiasi yang jelas dan terukur, atlet tidak lagi dipandang sekadar “pahlawan sesaat”, tetapi sebagai aset bangsa yang perlu dijaga kesejahteraannya.


Penutup: Prestasi Dibalas dengan Penghormatan Nyata

Pencairan bonus SEA Games 2025 menjadi bukti bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan prestasi olahraga pada posisi terhormat. Bonus Rp1 miliar bagi peraih emas bukan hanya angka fantastis, tetapi simbol perubahan paradigma: prestasi dibalas dengan penghormatan nyata, bukan janji semata.

Ke depan, kebijakan ini diharapkan menjadi standar baru dalam menghargai atlet Indonesia, sekaligus memperkuat fondasi olahraga nasional menuju level yang lebih tinggi di kancah internasional.

Baca juga : 11 Siswa SDN 2 Jatibarat Jepara Diduga Keracunan Jajanan Mi Keliling

Cek Juga Artikel Dari Platform : zonamusiktop