February 4, 2026

seputardigital

update terbaru informasi teknologi seluruh dunia

Wali Kota Bandung Dorong Ruang Digital Aman bagi Remaja

Perkembangan platform digital telah mengubah cara generasi muda belajar, berinteraksi, dan mengekspresikan diri. Di satu sisi, teknologi membuka peluang besar bagi kreativitas dan produktivitas. Namun di sisi lain, ruang digital juga menyimpan berbagai risiko, terutama bagi remaja yang masih berada dalam fase pencarian jati diri. Kesadaran akan pentingnya menciptakan ruang digital yang aman dan produktif pun menjadi isu krusial.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa platform digital di Indonesia memiliki manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Namun manfaat tersebut hanya dapat dirasakan secara optimal apabila diiringi dengan literasi digital yang kuat dan perlindungan terhadap kelompok rentan.


Platform Digital sebagai Sarana Mencerdaskan dan Produktif

Menurut Farhan, platform digital seharusnya menjadi alat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menilai bahwa ruang digital idealnya mampu membuat warga negara lebih cerdas, lebih berkualitas, dan lebih produktif. Prinsip tersebut menjadi dasar pandangan Pemerintah Kota Bandung dalam menyikapi perkembangan teknologi.

Dalam berbagai kesempatan, Farhan menekankan bahwa literasi digital harus berjalan seiring dengan akses teknologi. Remaja perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi, memahami risiko, dan memanfaatkan platform digital secara bijak. Tanpa literasi yang memadai, teknologi justru berpotensi menimbulkan dampak negatif.


#SalingJagaTunasBangsa sebagai Gerakan Kolektif

Pesan tersebut disampaikan Farhan dalam kegiatan #SalingJagaTunasBangsa yang digelar di Kota Bandung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya remaja dan keluarga, dalam menjaga ruang digital agar tetap aman, konstruktif, dan berdampak positif.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital, BPSDM, serta TikTok Indonesia. Keterlibatan komunitas, baik skala nasional maupun lokal, menjadi kekuatan utama dalam menyebarkan pesan literasi digital secara lebih luas.

Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa isu keamanan digital tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang sehat.


Perlindungan Anak sebagai Prioritas Utama

Farhan menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus diiringi dengan perlindungan terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak dan remaja. Menurutnya, laju perkembangan teknologi sering kali lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya.

Kondisi ini membuat peran keluarga dan pemerintah menjadi sangat penting. Perlindungan anak di ruang digital tidak hanya berkaitan dengan pembatasan akses, tetapi juga edukasi yang berkelanjutan. Anak-anak perlu memahami konsekuensi dari aktivitas digital mereka, sementara orang tua perlu terlibat aktif dalam pendampingan.


AI dan Tantangan Literasi Baru

Dalam konteks perkembangan kecerdasan buatan, Farhan menilai bahwa AI tidak sekadar berfungsi sebagai hiburan. Ia menekankan bahwa teknologi AI yang paling berpengaruh adalah yang mampu membaca dan menganalisis perilaku manusia melalui data dalam jumlah besar.

Hal ini menimbulkan tantangan baru dalam literasi digital. Remaja perlu memahami bahwa di balik kemudahan dan kesenangan, terdapat proses pengolahan data yang kompleks. Kesadaran ini penting agar mereka tidak menjadi pengguna pasif, melainkan mampu bersikap kritis terhadap teknologi yang digunakan.

Menurut Farhan, inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru. Inovasi juga dapat berupa pemberian nilai tambah terhadap hal yang sudah ada, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pendidikan dan pengembangan diri.


Inisiatif Pemkot Bandung Lindungi Kelompok Rentan

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kota Bandung menghadirkan inovasi Senandung Perdana. Program ini dirancang untuk melibatkan keluarga dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta mitigasi risiko kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Farhan menegaskan bahwa anak dan perempuan merupakan kelompok yang rentan. Kerentanan tersebut bahkan bisa berlapis, seperti pada anak dengan disabilitas atau perempuan lansia penyandang disabilitas. Oleh karena itu, pendekatan perlindungan harus bersifat inklusif dan berkelanjutan.

Program ini memperlihatkan bahwa perlindungan di ruang digital tidak dapat dipisahkan dari perlindungan di dunia nyata. Keduanya saling berkaitan dan membutuhkan pendekatan yang holistik.


Peran Platform Digital dalam Keamanan Remaja

Dari sisi platform, Hilmi Adriantio, Head of Public Policy and Government Relations TikTok Indonesia, menegaskan bahwa keselamatan remaja menjadi prioritas utama perusahaan. TikTok hadir sebagai ruang kreativitas dan hiburan, namun juga membawa tanggung jawab besar terhadap penggunanya.

Dengan jumlah pengguna yang sangat besar di Indonesia, TikTok berkomitmen untuk menyediakan lingkungan digital yang aman. Remaja dipandang sebagai titik awal tumbuhnya kreator masa depan, sehingga perlindungan terhadap mereka menjadi investasi jangka panjang.

TikTok terus mengembangkan berbagai fitur keamanan, seperti Panduan Komunitas, Family Pairing yang memungkinkan orang tua menautkan akun dengan akun anak, serta kebijakan batas usia yang ketat. Fitur-fitur ini dirancang untuk membantu keluarga mengawasi aktivitas digital remaja secara lebih efektif.


Edukasi Digital dan Peran Keluarga

Selain pengembangan fitur, TikTok juga aktif melakukan edukasi literasi digital. Kerja sama dengan berbagai organisasi sosial dilakukan untuk menjangkau orang tua, remaja, dan pendidik. Edukasi ini dilakukan melalui kegiatan daring maupun luring.

Hasil dari berbagai program edukasi menunjukkan bahwa remaja masih sangat membutuhkan arahan dan dukungan dari keluarga. Peran orang tua menjadi kunci dalam membantu anak memahami batasan, risiko, dan potensi ruang digital.

Sinergi antara pemerintah, platform digital, dan keluarga dinilai sebagai fondasi penting dalam menciptakan ruang digital yang aman. Sosialisasi kebijakan seperti PP Tunas juga menjadi bagian dari upaya bersama tersebut.


Menuju Ruang Digital yang Aman dan Produktif

Pesan utama yang mengemuka dari kegiatan ini adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan perlindungan terhadap remaja. Ruang digital yang aman bukan berarti membatasi kreativitas, melainkan menyediakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Dengan literasi digital yang kuat, remaja diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkreasi, dan berinovasi. Pemerintah, platform digital, dan keluarga memiliki peran masing-masing dalam mewujudkan tujuan tersebut.


Penutup: Menjaga Generasi Emas di Era Digital

Komitmen Wali Kota Bandung dan para pemangku kepentingan menunjukkan bahwa ruang digital yang aman dan produktif adalah tanggung jawab bersama. Perlindungan anak dan remaja harus dimulai dari kesadaran kolektif, didukung regulasi, dan diperkuat oleh edukasi berkelanjutan.

Dengan sinergi yang kuat, ruang digital dapat menjadi tempat yang memberi manfaat nyata bagi generasi muda. Dari Bandung, pesan ini menjadi pengingat bahwa menjaga tunas bangsa di era digital adalah investasi penting bagi masa depan Indonesia.

Baca Juga : UMS Perkuat Strategi Digital Lewat Sarasehan Pemberitaan

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : infowarkop