February 25, 2026

seputardigital

update terbaru informasi teknologi seluruh dunia

Wamenkomdigi Desak Medsos Perketat Perlindungan Anak

seputardigital – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkomdigi) menegaskan pentingnya perlindungan anak di ranah digital dan mendesak platform media sosial untuk memperketat pengawasan konten yang dapat membahayakan anak-anak. Pernyataan ini disampaikan menyusul maraknya kasus penyebaran konten negatif yang melibatkan anak di bawah umur, termasuk video dan foto yang berpotensi menimbulkan dampak psikologis maupun sosial.

Pentingnya Perlindungan Anak di Dunia Digital

Wamenkomdigi menekankan bahwa anak-anak adalah kelompok yang rentan terhadap dampak negatif teknologi dan media sosial. Konten yang tidak sesuai usia atau berpotensi eksploitasi dapat mengganggu perkembangan mental dan moral mereka. Oleh karena itu, pengawasan dan regulasi yang ketat menjadi kebutuhan mendesak agar anak-anak dapat menggunakan platform digital secara aman.

Selain itu, edukasi kepada orang tua juga dianggap krusial. Orang tua perlu aktif memantau aktivitas digital anak, memahami risiko media sosial, dan membimbing mereka dalam penggunaan teknologi secara sehat dan produktif. Kombinasi pengawasan dari platform dan peran aktif keluarga dianggap sebagai langkah efektif untuk melindungi anak.

Desakan Terhadap Platform Media Sosial

Wamenkomdigi meminta perusahaan media sosial untuk memperkuat sistem moderasi konten, memblokir akun-akun yang menyebarkan materi tidak pantas, serta menyiapkan mekanisme pelaporan yang mudah diakses. Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko penyebaran konten negatif kepada anak-anak dan remaja.

Selain itu, platform juga diminta lebih transparan dalam melaporkan langkah-langkah perlindungan yang mereka lakukan. Hal ini menjadi tolok ukur akuntabilitas perusahaan digital dalam menciptakan ekosistem online yang aman bagi semua pengguna, terutama anak-anak.

Kolaborasi Pemerintah dan Stakeholder

Pemerintah berkomitmen menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk penyedia platform digital, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat, untuk mengedukasi anak dan orang tua tentang penggunaan internet yang sehat. Program literasi digital dan kampanye perlindungan anak di media sosial menjadi bagian dari strategi nasional.

Wamenkomdigi menegaskan bahwa penguatan regulasi harus diimbangi dengan pendekatan preventif, agar anak-anak tidak hanya terlindungi secara hukum, tetapi juga memahami cara menjaga diri dari konten berbahaya secara mandiri.

Dampak Positif Perlindungan yang Ketat

Perlindungan anak yang diperketat di dunia digital diyakini akan mengurangi risiko penyalahgunaan teknologi, mengurangi kasus bullying daring, dan meminimalkan eksposur terhadap konten negatif. Anak-anak diharapkan dapat belajar, berinteraksi, dan berekspresi secara aman tanpa takut terpapar hal-hal yang merugikan.

Selain itu, masyarakat dan orang tua akan semakin percaya diri dalam membiarkan anak-anak menggunakan teknologi sebagai sarana edukasi, kreativitas, dan hiburan yang bermanfaat.

Penutup

Desakan Wamenkomdigi agar media sosial memperketat perlindungan anak menegaskan urgensi menciptakan ekosistem digital yang aman dan sehat. Kolaborasi antara pemerintah, platform digital, orang tua, dan lembaga pendidikan menjadi kunci keberhasilan langkah ini, sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan belajar di dunia maya tanpa risiko yang merugikan.