February 23, 2026

seputardigital

update terbaru informasi teknologi seluruh dunia

APBN Awal Tahun Defisit dan Sorot Keseimbangan Primer

seputardigital.web.id Menteri Keuangan Purbaya Yudhi memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam konferensi pers yang menyoroti kondisi fiskal pada awal tahun anggaran. Data yang disampaikan menunjukkan bahwa keseimbangan primer mengalami defisit sebesar Rp4,2 triliun hingga akhir Januari. Angka tersebut setara sekitar 4,7 persen dari target defisit keseimbangan primer sepanjang tahun yang dipatok Rp89,7 triliun.

Kondisi ini memunculkan istilah “gali lubang tutup lubang” di ruang publik, merujuk pada tekanan awal terhadap struktur anggaran negara. Keseimbangan primer sendiri merupakan indikator penting dalam mengukur kesehatan fiskal, karena mencerminkan selisih antara pendapatan negara dan belanja negara di luar pembayaran bunga utang. Ketika indikator ini defisit, artinya pendapatan belum cukup untuk menutup belanja pokok pemerintah.

Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kondisi awal tahun ini menunjukkan perubahan signifikan. Pada periode yang sama sebelumnya, keseimbangan primer tercatat surplus Rp11,1 triliun. Perbedaan ini memperlihatkan adanya tekanan pada sisi pendapatan atau peningkatan belanja yang lebih cepat pada awal tahun berjalan.

Perubahan dinamika tersebut tentu menjadi perhatian karena awal tahun biasanya menjadi momentum penting dalam menentukan arah kebijakan fiskal sepanjang tahun. Defisit pada tahap awal bisa saja bersifat sementara, namun tetap perlu dikawal agar tidak melebar melebihi target yang telah ditetapkan dalam APBN.

Faktor Penyebab Tekanan Fiskal

Sejumlah faktor dapat memengaruhi kondisi keseimbangan primer di awal tahun. Di antaranya adalah realisasi belanja pemerintah yang cenderung mulai berjalan untuk mendukung program prioritas, sementara penerimaan negara belum sepenuhnya optimal. Siklus penerimaan pajak yang tidak merata sepanjang tahun juga berkontribusi terhadap fluktuasi ini.

Selain itu, komitmen belanja untuk program sosial, pembangunan infrastruktur, dan dukungan terhadap sektor-sektor strategis bisa mendorong percepatan pengeluaran. Jika penerimaan belum sejalan, tekanan fiskal menjadi konsekuensi yang harus dikelola secara hati-hati.

Strategi Pemerintah Menjaga Stabilitas

Meski mencatat defisit keseimbangan primer di awal tahun, pemerintah tetap menegaskan komitmennya menjaga stabilitas fiskal. Target defisit sepanjang tahun telah dipatok, dan realisasi awal masih dalam rentang perencanaan yang disiapkan. Artinya, ruang pengelolaan fiskal masih tersedia untuk memastikan defisit tidak melampaui batas yang ditetapkan.

Pemerintah juga memiliki instrumen kebijakan untuk mengoptimalkan penerimaan negara, baik melalui intensifikasi pajak maupun peningkatan kinerja penerimaan negara bukan pajak. Di sisi belanja, efisiensi dan prioritisasi program menjadi kunci agar pengeluaran tetap produktif dan tepat sasaran.

Makna Keseimbangan Primer bagi Ekonomi

Keseimbangan primer sering dijadikan indikator kemampuan negara membiayai belanja rutin tanpa bergantung sepenuhnya pada utang baru. Jika keseimbangan primer surplus, negara dinilai memiliki ruang fiskal lebih longgar. Sebaliknya, defisit menunjukkan adanya kebutuhan pembiayaan tambahan.

Namun, defisit pada satu bulan pertama tidak otomatis mencerminkan kondisi sepanjang tahun. Anggaran negara bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh banyak variabel, termasuk kondisi ekonomi global, harga komoditas, serta kebijakan domestik. Oleh karena itu, evaluasi perlu dilakukan secara berkala untuk membaca tren yang lebih komprehensif.

Tantangan Fiskal di Tengah Ketidakpastian Global

Kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil turut memberikan tekanan pada kinerja APBN. Fluktuasi harga energi dan komoditas, perubahan kebijakan moneter global, serta dinamika geopolitik dapat berdampak pada penerimaan negara dan kebutuhan belanja.

Dalam situasi seperti ini, kehati-hatian fiskal menjadi sangat penting. Pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara mendorong pertumbuhan ekonomi melalui belanja negara dan memastikan keberlanjutan fiskal dalam jangka panjang.

Harapan dan Pengawasan Publik

Transparansi dalam penyampaian realisasi APBN menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik. Dengan memaparkan kondisi secara terbuka, pemerintah memberikan ruang bagi pengawasan dan diskusi yang konstruktif. Publik pun dapat memahami bahwa dinamika fiskal tidak selalu linear, terutama pada awal tahun anggaran.

Ke depan, konsistensi pengelolaan anggaran akan menjadi penentu apakah target defisit tahunan dapat tercapai sesuai rencana. Optimalisasi penerimaan dan pengendalian belanja harus berjalan beriringan agar tekanan awal tidak berkembang menjadi masalah struktural.

Defisit keseimbangan primer di awal tahun menjadi pengingat bahwa pengelolaan APBN membutuhkan strategi adaptif dan disiplin fiskal yang kuat. Dengan langkah yang tepat, tantangan awal ini dapat dikelola tanpa mengganggu stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

Cek Juga Artikel Dari Platform cctvjalanan.web.id