February 4, 2026

seputardigital

update terbaru informasi teknologi seluruh dunia

Tilawah Remaja Tampil Memukau di MTQ Tangerang

seputardigital.web.id Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat kabupaten kembali menjadi ruang pembinaan generasi muda dalam menampilkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Di ajang MTQ ke-56 Kabupaten Tangerang, salah satu arena yang menyita perhatian publik adalah Arena 2 Bidang Tilawah Remaja. Arena ini menjadi panggung bagi para qari dan qariah muda terbaik untuk menunjukkan kemampuan bacaan Al-Qur’an yang matang dan berkarakter.

MTQ tingkat Kabupaten Tangerang digelar di wilayah Pagedangan dengan total 14 arena perlombaan yang tersebar di beberapa lokasi strategis. Sejak hari pertama pelaksanaan, antusiasme peserta dan masyarakat terlihat tinggi. Arena Tilawah Remaja menjadi salah satu titik keramaian karena menampilkan peserta dengan kualitas bacaan yang menonjol dan penuh penghayatan.

Arena Tilawah Remaja Jadi Pusat Perhatian

Arena 2 Bidang Tilawah Remaja yang berlokasi di Aula Taman Makam Pahlawan Raden Arya Wangsakara, Desa Lengkong Kulon, menghadirkan suasana khidmat sekaligus kompetitif. Sebanyak 16 peserta terbaik dari berbagai kecamatan tampil silih berganti, membawa ciri khas dan gaya tilawah masing-masing.

Setiap peserta menunjukkan penguasaan makharijul huruf yang jelas, penerapan tajwid yang tepat, serta penghayatan lagu yang kuat. Kombinasi tersebut membuat penampilan para peserta tidak hanya dinilai dari sisi teknis, tetapi juga dari kedalaman rasa dan kekhusyukan dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Kualitas Bacaan yang Terjaga

Dewan hakim yang bertugas di arena ini memberikan perhatian penuh terhadap detail bacaan. Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mencakup ketepatan tajwid, keindahan suara, penguasaan lagu, hingga adab dan sikap peserta saat berada di arena.

Secara umum, kualitas bacaan peserta Tilawah Remaja dinilai sangat baik. Hal ini mencerminkan proses pembinaan yang berkelanjutan di tingkat kecamatan maupun lembaga pendidikan keagamaan. MTQ tidak lagi dipandang sekadar perlombaan, melainkan sebagai hasil dari proses panjang pendidikan Al-Qur’an.

Persiapan Panjang Para Peserta

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Khairul Bariyah, perwakilan dari Kafilah Kecamatan Rajeg. Ia mengungkapkan bahwa persiapan menghadapi MTQ dilakukan secara intensif selama beberapa bulan. Latihan dijalani secara konsisten dengan disiplin tinggi.

Metode latihan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada teknik suara dan lagu, tetapi juga pada penguatan hafalan dan kedekatan spiritual dengan Al-Qur’an. Salah satu bentuk persiapan yang dilakukan adalah membiasakan diri menghafal satu juz Al-Qur’an secara bertahap sebagai bagian dari rutinitas ibadah harian.

Dukungan Keluarga dan Guru

Keberhasilan peserta tampil maksimal di arena MTQ tidak lepas dari peran lingkungan terdekat. Dukungan orang tua, guru, serta keluarga menjadi faktor penting dalam membangun mental dan kepercayaan diri peserta.

Bagi para peserta remaja, MTQ bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran. Mereka belajar mengelola rasa gugup, menjaga fokus, serta menampilkan kemampuan terbaik di hadapan publik dan dewan hakim. Dukungan moral dari keluarga dan pembimbing menjadi penguat utama dalam proses tersebut.

MTQ sebagai Sarana Syiar Islam

Pelaksanaan MTQ memiliki peran strategis dalam memperluas syiar Islam di tengah masyarakat. Melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an yang indah, pesan-pesan keislaman disampaikan dengan cara yang menyejukkan dan menyentuh hati.

Khusus bagi generasi muda, MTQ menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Ajang ini membuktikan bahwa remaja mampu tampil percaya diri dan berprestasi dalam bidang keagamaan, sekaligus menjadi teladan positif bagi lingkungan sekitarnya.

Antusiasme Masyarakat dan Dampak Sosial

Kehadiran masyarakat yang memadati arena perlombaan menunjukkan tingginya minat terhadap MTQ. Warga tidak hanya datang untuk menyaksikan perlombaan, tetapi juga untuk memberikan dukungan moral kepada para peserta.

Antusiasme ini menciptakan suasana kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai sosial. MTQ menjadi ruang pertemuan lintas usia dan latar belakang, di mana masyarakat bersatu dalam semangat religius dan kebudayaan Islam.

Pembinaan Berkelanjutan Jadi Kunci

Keberhasilan Arena Tilawah Remaja menampilkan performa terbaik tidak terlepas dari sistem pembinaan yang berkelanjutan. Pembinaan qari dan qariah sejak usia dini dinilai penting untuk menjaga kualitas tilawah di masa depan.

Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta tokoh agama diharapkan terus bersinergi dalam membina generasi Qur’ani. MTQ menjadi puncak dari proses tersebut, sekaligus tolok ukur keberhasilan pembinaan di tingkat akar rumput.

Harapan untuk Generasi Muda

Melalui MTQ ke-56 Kabupaten Tangerang, harapan besar disematkan kepada generasi muda agar semakin mencintai Al-Qur’an. Tidak hanya sebagai bacaan perlombaan, tetapi sebagai pedoman hidup yang membentuk karakter dan akhlak.

Arena Tilawah Remaja membuktikan bahwa dengan persiapan matang, dukungan lingkungan, dan niat yang kuat, generasi muda mampu tampil membanggakan. MTQ diharapkan terus menjadi ajang pembinaan yang melahirkan qari dan qariah berkualitas serta memperkuat nilai-nilai keislaman secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

Cek Juga Artikel Dari Platform podiumnews.online