Transformasi komunikasi di lingkungan perguruan tinggi menjadi kebutuhan yang semakin mendesak di era digital. Kampus tidak lagi hanya menjadi pusat akademik, tetapi juga harus mampu mengelola narasi, citra, dan informasi secara strategis di ruang publik. Kesadaran inilah yang mendorong Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk memperkuat kolaborasi internal dalam pengelolaan pemberitaan kampus.
Melalui Tim Humas, UMS menggelar Sarasehan dan Koordinasi Pemberitaan yang mempertemukan berbagai elemen kampus. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi dan penyelarasan strategi antara humas, fakultas, direktorat, hingga Unit Kegiatan Mahasiswa. Tujuannya jelas, yaitu memasifkan pemberitaan UMS di media digital secara terstruktur, profesional, dan berkelanjutan.
Sarasehan sebagai Ruang Sinergi Kampus
Sarasehan ini digelar di Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS dan dihadiri oleh perwakilan berbagai unit kerja. Forum ini dirancang bukan sekadar sebagai acara seremonial, melainkan sebagai ruang kolaborasi strategis untuk menyatukan visi komunikasi kampus.
Kepala Humas UMS, Budi Santoso, menegaskan bahwa pemberitaan kampus harus dikelola secara cerdas dan kolaboratif. Menurutnya, potensi informasi di lingkungan UMS sangat besar, mulai dari aktivitas akademik, riset, pengabdian masyarakat, hingga prestasi mahasiswa. Semua potensi tersebut perlu diolah menjadi konten yang relevan dan menarik bagi publik.
Ia menekankan bahwa humas tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan keterlibatan aktif dari program studi, direktorat, dan UKM agar informasi kampus dapat mengalir secara konsisten. Dengan sinergi yang kuat, pemberitaan UMS diharapkan mampu menjangkau masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kolaborasi untuk Daya Saing Global
Sekretaris UMS, Andy Dwi Bayu Bawono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para pemateri dan panitia yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai sarasehan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi UMS di tengah persaingan global perguruan tinggi.
Menurutnya, kolaborasi antara humas dan seluruh unit akademik menjadi kunci dalam membangun citra kampus yang unggul. Kegiatan ini juga dipandang sebagai sarana pembelajaran bersama, agar setiap unit mampu memahami cara mengelola dan menyampaikan informasi kampus secara profesional.
Andy menegaskan bahwa penguatan strategi komunikasi tidak hanya berorientasi pada popularitas, tetapi juga pada kualitas pesan. Informasi yang disampaikan harus mencerminkan nilai akademik, integritas, dan kontribusi nyata UMS bagi masyarakat.
Jurnalisme Listikal sebagai Strategi Konten
Sesi materi dalam sarasehan dimoderatori oleh Maysali Sudarwati dan menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang jurnalistik dan media digital. Materi pertama disampaikan oleh Fajar Junaedi, dosen Ilmu Komunikasi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Dalam paparannya, Fajar membahas jurnalisme listikal sebagai salah satu strategi menemukan sudut pandang berita yang menarik. Ia menjelaskan bahwa format listikal memudahkan pembaca dalam memahami informasi karena disajikan secara ringkas dan terstruktur. Pendekatan ini dinilai efektif untuk media digital yang mengutamakan kecepatan dan keterbacaan.
Fajar juga menekankan pentingnya pelibatan mahasiswa dalam membangun citra kampus. Menurutnya, mahasiswa dari setiap program studi dapat menjadi kontributor aktif dalam pemberitaan. Dengan melibatkan mahasiswa, kampus tidak hanya mendapatkan konten yang beragam, tetapi juga membangun rasa kepemilikan terhadap institusi.
Pemanfaatan Platform Digital dan AI
Selain membahas strategi penulisan, Fajar juga memaparkan teknis penerbitan tulisan di platform User-Generated Content seperti Kumparan dan Republika Retizen. Platform ini dinilai strategis untuk memperluas jangkauan pemberitaan kampus tanpa harus bergantung sepenuhnya pada media arus utama.
Ia juga memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses penulisan berita. Teknologi AI dapat membantu penulis dalam menyusun kerangka, merapikan bahasa, hingga mengoptimalkan judul dan paragraf pembuka. Namun, Fajar menegaskan bahwa AI tetap harus digunakan secara bijak, dengan kontrol manusia sebagai penentu kualitas dan akurasi konten.
Peserta sarasehan diajak untuk mempraktikkan langsung penulisan dan publikasi berita. Praktik ini memberikan pengalaman konkret tentang bagaimana strategi digital dapat diterapkan secara nyata di lingkungan kampus.
Media Digital sebagai Etalase Kampus
Sarasehan ini juga menyoroti perubahan peran media digital dalam dunia pendidikan. Media sosial dan portal berita kini menjadi etalase utama kampus di mata publik. Informasi yang muncul di ruang digital sering kali menjadi referensi pertama bagi calon mahasiswa, mitra, dan masyarakat umum.
Oleh karena itu, pengelolaan pemberitaan harus dilakukan secara strategis dan konsisten. Konten tidak hanya harus informatif, tetapi juga mencerminkan nilai, visi, dan keunggulan institusi. Melalui koordinasi yang kuat, UMS berupaya memastikan bahwa narasi yang dibangun selaras dengan identitas kampus.
Menuju Ekosistem Komunikasi Terintegrasi
Melalui Sarasehan dan Koordinasi Pemberitaan ini, UMS menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem komunikasi yang terintegrasi. Humas berperan sebagai koordinator, sementara fakultas, direktorat, dan UKM menjadi mitra strategis dalam produksi konten.
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan arus informasi yang sehat dan berkelanjutan. Setiap aktivitas kampus memiliki potensi untuk diangkat menjadi pemberitaan yang bernilai, selama dikelola dengan sudut pandang yang tepat.
Penutup: Strategi Digital sebagai Investasi Reputasi
Sarasehan pemberitaan UMS menunjukkan bahwa strategi digital bukan sekadar pelengkap, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun reputasi institusi. Di tengah persaingan global, kemampuan mengelola informasi secara profesional menjadi faktor pembeda yang penting.
Dengan memperkuat kolaborasi internal dan memanfaatkan inovasi media digital, UMS berupaya menempatkan diri sebagai kampus yang adaptif, terbuka, dan relevan dengan perkembangan zaman. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan pemberitaan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap UMS sebagai institusi pendidikan yang unggul.
Baca Juga : PTP Connect 2025 Dorong Inovasi Pembelajaran Digital
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : radarjawa


More Stories
Bos Maktour Diperiksa KPK Soal Kuota Haji Nasional
Thomas Djiwandono Jadi DG BI Rupiah Menguat Stabil
Tragedi Longsor Cisarua Satu Keluarga Ditemukan Berpelukan